TRADISI SELAMATAN TANDUR TETAP LESTARI

Masyarakat Jawa merupakan masyarakat agraris karena dapat disebut sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian atau bercocok tanam di persawahan. Sehingga dari kehidupan agraris ini tidak mengherankan jika muncul kearifan lokal berupa tradisi dan menjadi sebuah produk budaya atau adat terkait tata cara, pengelolaan pertanian.

Dalam hal ini termasuk jabatan kepala desa selain sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat desa, kepala desa juga menjabat sebagai ketua adat yang secara turun temurun memimpin setiap acara tradisi sebagai manifestasi kearifan lokal di desa. Tradisi yang dikenal dengan selamatan tandur, sudah dilakukan warga di Desa Bulak secara turun temurun.

 “Maksud dari tradisi selamatan ini adalah memohon kepada Allah semata berupa keselamatan agar tanaman padi tumbuh subur, bebas dari hama, serta hasil panenannya bagus,”ungkap  Kepala Desa Bulak (Bp. Zaenal Alimin).

*


Dipost : 2020-12-25 19:37:57 | Dilihat : 325